Makalah Kebidanan Obat Emergency

TUGAS MAKALAH
Obat Emergency
Dosen : Dr.Ratna hermawati,Sp.An
Mata Kuliah : Manejemen Kegawatdaruratan Umum



Disusun Oleh :

Y A N T I
2013.06.01.0.0010









PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
UNIVERSITAS ISLAM MADURA
2014 / 2015


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah Swt atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Obat Emergency” dengan tepat waktu.
Makalah ini merupakan tugas yang diberikan oleh Dr.Ratna hermawati,Sp.An. selaku dosen pada mata kuliah Manejemen Kegawatdaruratan Umum. Makalah ini berisi tentang pembahasan prinsip tindakan penanganan kasus kegawatdaruratan dalam rujukan
Penulis menyadari masih terdapat kekurangan di dalam penulisan makalah ini, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun penulis harapkan demi perbaikan penulisan makalah selanjutnya.

Pamekasan,19-April- 2018


Penulis
2

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Angka kematian ibu (AKI) telah terjadi penurunan sekitar 25% menjadi 334/100.000 kelahiran hidup (SDKI, 1997) dalam dekade 1986-1997. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) menurun cukup tajam melalui berbagai intervensi namun hasilnya belum sesuai dengan harapan (dari 145/1000 kh pada 1967 menjadi 52/1000 kh pada 1997). Data tersebut menunjukan AKI dan AKB masih tertinggi di antara negara-negara ASEAN.
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003 angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 307/100.000 kelahiran hidup. Bila mengacu pada ektrapolasi biro pusat statistik maka kecenderungan penurunan AKI telah mengarah jalur yang di inginkan yaitu 265 dan 248/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2006 dan 2007 walaupun interpretasi secara global menyebutkan bahwa perjalanan menuju target MDG 2015 masih di luar jalurnya. 
Tingginya kasus kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, terutama disebabkan oleh pendarahan pasca persalinan, eklampsi, sepsis dan komplikasi keguguran. Sebagian besar penyebab utama kesakitan dan kematian ibu tersebut sebenarnya dapat dicegah..
Masalah kesakitan dan kematian ibu dapat diminimalisirkan dengan melakukan tanggap darurat pada ibu yang mengalami masalah kegawatdaruratan. Makalah ini akan membahas cara penangganan kegawatdaruratan sebelum dirujuk dengan memberikan obat emergensy sesuai dengan kasus yang terjadi.

B.      Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.    Apa yang dimaksud dengan obat emergency?
2.    Bagaimana cara pemberian obat emergency ?

C.      Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan pembahasan dari makalah ini adalah :
1.    Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pemberian obat emergency.
2.    Untuk mengetahui bagaimana cara pemberian obat emergency.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Obat Emergency
Obat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau binatang sebagai perawatan, pengobatan, atau bahkn pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh. Dalam pelaksanaannya ,tenaga medis memiliki tanggung jawab dalam keamanan obat dan pemberian secara lsngsung ke pasien.hal ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pasien. Pemebrian obat adalah suatu tindakan yang dilakukan pemberian subtansi kepada pasien dengan tujuan pemyembuhan dan pencegahan.
Pemeberian obat emergency adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan saat kondisi darurat dengan cara pemeberian obat dengan tujuan meminimalisirkan keadaan darurat pada pasien.
B.   Cara Pemberian Obat Emergency
Obat – Obat Yang Berhubungan Dengan Kebidanan:
A. Uterus Tonika
Obat yang kerjanya mempengaruhi kontraksi rahim. Obat – obat uterus tonika :
1.      Methylergometrinea.
a)   Nama Generic : Methylergometrine
b)   Nama Dagang : - Methergin ( Sandoz )
o   Metilat ( Metiska Farme )
o   Methovin ( Kimia Farma )
c)    Indikasi
Sebagai Stimulan Uterus pada :
·      Perdarahan Pasca Persalinan
·      Perdarahan Pasca Abortus
d)   Dosis, cara pemakaian, pemberian
·      Oral 0,2 – 0,4 mg sehari 2 – 4 kali, selama 2 hari2)
·      IV atau IM 0,2 mg ( 1 ml )
·      IM boleh diulang setelah 2 – 4 jam bila perdarahan hebatf.
e)    Efek Samping
·      T/D naik terutama penderita tekanan hypertensi kronis / preklamsi
·      Mual , Muntah
·      Penglihatan Kabur
·      Sakit Kepala
·      Kejang
·      Diare
·      Gatal
·      Kulit Dingin
·       Nadi Lemah dan Cepat
·      Bingungg
f)      Kontra Indikasi
·      Persalinan pada Kala I dan II
·      Hipersensitif pada ergo
·      Kehamilan
·      Penderita Toxemia Gravidarum
2.    Oxitocin Obat yang merangsang kontraksi uterus.
a. Nama Generic : Oxytocin
b. Nama Paten : - Piton S.
·      Syntocinon
·      Hypophysin
·      Piroglandol
d. Efek Samping Penggunaan Oxitocini.
1)    Efek Samping Maternal :
§  Stimulasi uterus berlebihan
§  Solusio placenta
§  perdarahan postpartum
§  Emboli cairan amnion
§  Trauma
§  Hematom pelvis,rupture uterus
§  System kardiovaskuler
§  Kolaps kardiovaskuler
§  Hipotensi
§  Stroke
§  mual dan muntah
§  Retensi cairan
§  intoksikasi air
§  Hipertensi

2)   Efek Samping: Fetal / Neonatal
§  Asidosisdistrimia jantung
§  Asfiksiahipoksia
§  Trauma lahir
§  ikterus neonatale
§  2
3)    Indikasi, Dosis, Cara Pemakaian, Pemberian .
Induksi Partus Aterm
§ Efek Samping :
§ Kadang terjadi kontraksi uteri yang menetap dan mengganggusirkulasi plasenta.
§ Apabila diberikan pada stad I dan II persalinan akan terjadi :
  • Dosis dan Cara pemberian :
0,2 – 0,3 mg IM atau dapat pula diberikan IV dengan dosis 0,2 mg untuk mendapatkan efek lebih cepat.
Menginduksi abortus Therapeutic sesudah trimester I kehamilan.
Pemberian harus hati – hati pada pasien :
§  Pasien dengan penyakit jantung
§  Paru – paru
§  Ginjal
§  HT
§  Hati
§  Asma
§  Anemia
§  Epilepsi
  • Kontra Indikasi :
§  Penyakit radang pelvis
§  Terdapat jaringan perut pada uterus
§  Hipersensitif terhadap obati

B.    Obat Hemostatid (Anti Perdarahan)
1.  Vitamin K
Vitamin k adalah senyawa yang larut dalam lemak, terutama ditemukandalam sayuran berwarna hijua. Kebutuhan diet sangat rendah, karena vitamionditambah oleh sintetis nakteri yang mengkontaminasi usu manusia. Ada dua bentuk vitamin K1 yang ditemukan dalam makanan ( fitonodion ), dan Vit K2ditemukan dalam jaringan manusia yang disentesis oleh bakteri usus( menakuinan ).
a.    Nama Genetik : Vit K Fitomenadion
b.    Nama Patent : Autoplex 2 peba ( aktifasi factor VIII dan IX )Kaywan, Kavitin
c.    Indikasi
d.    Cara kerja
e.    Vit K1 Dan K2 memerlukan garam empedu untuk absorsi dari traktusintestinalise.
f.     Dosis
g.    Diklinik dalam tablet 5 mg dan ampul 50 mg, efeknya tertunda selama6 jam tetapi lengkap dalam 24 jam sewaktu aktivitas ptotrobin terdepresioleh kelebihan warperin atau difesiensi Vit K.
h.   Efek samping :
o  Pemberian intravena terlalu cepat :
§ Dyspnoe.
§ Nyeri dada.
§ Nyeri punggung.
§ Kematian.
o  Pemberian oral :
§ Depresi fungsi hepar
§ Sakit kepala
§ Hemolisis pada defisiensi G6PD atauVitamin E (menadiol)
§ Mual
o  Pemberian intramoskuler :
§ Perubahn viskositas darah
§ Nyeri dan pembengkakan pada tempat penyuntikkan
§ Dispenia
§ Reaksi hipersensitivitas
§ Hipertensi
§ Hipotermia
§ Takikardiah.
i.      Kontra indikasi :
Kegagalan Hepar parah : Sebab biasanya menyebabkan kehilangansintesis protein dan diatesis hemorlogika yang tidak terespson Vit. K.
2.  Asam Tranexamat
Asam tranexamat adalah amstat suatu analog asam aminoka proat dansuatu penghambat fiebenolitik.
a.    Nama Genetik : Asam tranexamat
b.    Nama Patent : Transamin, Tranexamin.
c.    Indikasi
d.   Terapi batu pada hemoiliaTerapi perdarahan karena fibrinolitik Propilaksis perdarahan ulang dari anuerisma intrakranial.Perdarahan gastro intestinal pasca bedah.Perdarahan pasca prostatektomid.
e.    DosisAsam tranexamat lebih kuat EACA sehingga di perlukan dosisyang lebih rendah. Yang biasa bertanggung jawab bagi penurunan efek sampingnya. Diberikan peroral dengan dosis pembebanan 15 mg / kgkemudian 30 mg / kg setiap 6 jam.
f.     Efek samping.
§ Trombosis intravaskuler akibat penghambatan aktifitas plasminogen.
§ Impotensi
§ Miopati
§ Ketidaknyamanan abdomen, mual.
§ Diare
§ Hidung tersumbat.
§ Preuritis.
§ Eritema.
§ Dyspepsia.
§ Inhibisi gakulasif
g.    Kontra indikasi :
§ Kehamilan trimester I dan II ( kecuali bila sangat perlu )
§ Bekuan darah ada pos operasi daerah jandung kemih danmenghambat desolusinya
§ Penderita koagulasi intravaskuler desiminata( DIC).
3.  Adonan AC
Adonan AC adalah karbosakrom salisilat
  1. Nama Genetik : Adona
  2. Nama patent : Adona forte, Adona AC
  3. Indikasi :
Pencegahan dan penghambatan perdarahan kapiler.d.Cara kerja :Memperbaiki permeabilitas kapiler.
  1. Dosis :
§ 5-10 mg karbosokrom secara im 2-4 jam.
§ 5-10 mg karbosokrom peroral tiap 2 jam.
§ 10-50 mg karbosokrom secara iv beberapa kali / hari
§ 5 mg karbosokrom secara S>C 1 x / harif.Efek samping : Tidak ada
2
BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Pemberian obat emergency adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan saat kondisi darurat dengan cara pemeberian obat dengan tujuan meminimalisirkan keadaan darurat pada pasien.
Obat yang berhubungan dengan kebidanan:
1.      Obat Uterus Tonika (kontraksi uterus)
2.      Obat Hemostatid (anti perdarahan)

B.    Saran
menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu kami mengharap saran yang membangun dari pembaca sebagai penyempurna dari makalah yang saya susun.  








Related Post

Previous
Next Post »